Kompasnusantara.my.id|Bengkalis – Dandim 0303/Bengkalis Letkol Inf Haris Nur Priatno,S.Sos.,M.I.P Menghadiri Pembukaan Festival Budaya Lampu Colok di Kab. Bengkalis Tahun 2026 bertempat di jalan utama Pangkalan Batang Barat RT 13/RW 03 Dusun Kampung Parit Desa Pangkalan Batang Barat Kec. Bengkalis Kab. Bengkalis. Senin pukul 19.30 Wib, (16/3/2026).

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Dandim 0303/Bengkalis Letkol Inf Haris Nur Priatno, S.Sos.,M.I.P.
Bupati Bengkalis Kasmarni, S.Sos.,MMP.
Kapolres Bengkalis AKBP Fahrian Siregar diwakili AKP Bekti. Direktur Kepatuhan Dan Manajemen Resiko Bank Riau Kepri Syariah Kantor Pusat Fajar Retu Febriansyah. Danramil 01 Bengkalis. Danposal Bengkalis. KadisParbudpora Edi Sakura. Ketua MUI H. Amrizal.
Ketua Tim Penggerak PKK Kab. Bengkalis
10. Ketua Persit KCK Cab. LII Dim 0303/Bengkalis Ny. Vita Haris. Camat Bengkalis Rafli. Pejabat Tinggi Pratama, Admintrator dan Fungsional dilingkup Kab. Bengkalis dan Masyarakat ±500 orang.
Sambutan Bupati Bengkalis Kasmarni,S.Sos.,MMP sebagai berikut :
– Sebagaimana kita ketahui bersama bahwa festival lampu colok ini merupakan salah satu tradisi budaya masyarakat melayu yang telah diwariskan secara turun-temurun, khususnya dalam menyambut datangnya malam-malam terakhir di bulan suci ramadhan dan menyongsong datangnya hari raya idul fitri. tradisi ini tentunya tidak hanya akan memperindah suasana kampung kita dengan cahaya lampu colok, akan tetapi juga menjadi simbol kebersamaan, kreativitas, dan semangat gotong royong masyarakat.
dan yang tak kalah pentingnya, melalui festival ini juga tentunya, kita tidak hanya menampilkan keindahan cahaya lampu colok yang tersusun rapi dan artistik, tetapi juga menjadi peneguh identitas budaya daerah kita khususnya kabupaten bengkalis, sebagaimana telah ditetapkan sebagai warisan budaya tak benda.
– Dapat kami sampaikan bahwa memang saat ini pemerintah sedang menerapkan kebijakan efisiensi anggaran di berbagai sektor. namun demikian, kami pemerintah kabupaten bengkalis tetap berkomitmen untuk menjaga dan melestarikan tradisi serta budaya masyarakat yang memiliki nilai kebersamaan dan kearifan lokal yang tinggi ini. Oleh karena itu, meskipun dalam kondisi efisiensi anggaran, festival lampu colok tahun ini tetap kita laksanakan, sebagai bentuk komitmen kami dalam menjaga warisan budaya sekaligus memberikan ruang bagi masyarakat untuk terus berkarya dan berpartisipasi dalam kegiatan yang positif.
– Kami percaya, semangat masyarakat bengkalis dalam melestarikan budaya tidak semata-mata bergantung pada besar kecilnya anggaran, tetapi lahir dari rasa kebersamaan, kepedulian, dan kecintaan terhadap tradisi yang telah menjadi bagian dari kehidupan kita.
– Kami berharap, semoga melalui festival lampu colok ini dapat semakin mempererat tali silaturahmi antar masyarakat, menumbuhkan semangat kebersamaan, serta menjadi sarana bagi generasi muda untuk mengenal dan mencintai budaya daerahnya.
– Dalam kesempatan ini, kami juga sangat mengapresiasi seluruh rekan-rekan pemuda, para panitia, pemerintah kecamatan, desa, serta masyarakat yang telah berpartisipasi dan bekerja keras dalam mempersiapkan dan mengikuti festival ini. akhirnya, dengan membacakan “bismillah hirrahman nirrahim”, festival lampu colok tingkat kabupaten bengkalis tahun 1447 hijriyah bersamaan dengan tahun 2026 masehi, secara resmi kami nyatakan dibuka. semoga kegiatan ini berjalan dengan lancar, sukses, serta memberikan manfaat dan kebahagiaan bagi kita semua.

Pukul 20.05 Wib kegiatan selesai dalam keadaan aman dan kondusif. (3K3-DOD)
Sumber : Pen-Dim 0303/Bengkalis
Editor : Media 3K3 Group,/Kompasnusantara.com








